Thursday, November 13, 2008

Ujian (Cobaan) pada Manusia

@
29:2-3 Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Cobaan/ujian adalah suatu keniscayaan. Terjadinya cobaan pada orang beriman adalah sunnatullah, yang juga terjadi pada kaum terdahulu
29:4 Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.

Tetapi, bedakan antara ujian bagi orang beriman (ayat 1-2) dengan azab pada orang zhalim (ayat ini). Mungkin Allah menekankan ini karena akan ada banyak fenomena di masyarakat bahwa “kesialan”/musibah seakan terus menerus menimpa mereka yang saleh dan beriman, sedangkan mereka yang kufur seperti dibiarkan saja. Di sini, Allah mengancam kepada orang-orang yang kufur dan tidak kena musibah. Jangan kalian merasa aman dari musibah (dan mengejek orang beriman yang tertimpa musibah). Karena apa yang ditimpakan kepada kalian adalah azab sedangkan yang ditimpakan kepada orang beriman adalah hanya ujian/cobaan. Apa beda ujian/cobaan dengan musibah?

29:5.Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ini adalah resep rahasia bagaimana mental untuk bertahan menghadapi ujian/cobaan bagi orang beriman – yakni haqqul yakin bahwa pada saatnya nanti kita semua akan bertemu dengan Allah dan semua amal perbuatan pasti akan diperhitungkan dengan cermat, sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa pun amal dan perbuatan kita.

29:10. Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?

Allah mensinyalir di sini, ada manusia yang beranggapan ujian/cobaan dalam bentuk musibah yang menimpa mereka setelah mereka beriman adalah azab Allah. Kemudian mereka ditolong oleh manusia lain yang setelah musibah itu berakhir mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami adalah besertamu, sesungguhnya kamilah yang menolongmu.” Padahal, sebenarnya mereka punya maksud tersembunyi dengan pertolongan mereka (menyesatkan orang beriman)

29:11. Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.

Allah menegaskan, walaupun orang beriman dan orang munafik itu bercampur dalam pergaulan, sungguh Allah benar-benar mengetahui mereka yang beriman dan mereka yang munafik.

29:12. Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.

Juga disinyalir, akan ada sebagian manusia yang kafir yang akan mengatakan mereka akan menanggung dosa temannya di akhirat. Katakanlah, “Sesungguhnya kalian tidak akan mampu menanggung dosa kalian sendiri.”

29:13. Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban- beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

Allah mengatakan, apa yang mereka (orang kafir) katakan pada ayat sebelumnya, akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Di sini, seakan Allah menghukum mereka dengan ikut menanggung dosa orang beriman sebagaimana yang mereka katakan di dunia (“Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri…”)

[Renungan Malam Takbiran 1426 H / 2/11/05]

0 comments: