Sunday, August 31, 2008

Takwa

@
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

65:2. Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

65:3. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Saturday, August 30, 2008

Sumber Segala Dosa

@
Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa. Hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya.
Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan berhati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang. Dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati. (HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud)

Thursday, August 28, 2008

Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui

@
Sebab Dia yang Maha Mengetahui setiap bisikan hatimu dan setiap lintasan pikiranmu.
Sebab Dia yang lebih dekat daripada urat nadimu.
Maka berhati-hatilah,
sebab semua terekam.
Maka bertenang-hatilah,
sebab semua isi hati dan harapan terdengar oleh-Nya,
Semua kejadian Dia menjadi saksinya.

6:59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).

10:61. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

31:16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Saturday, August 23, 2008

Empat Keadaan Manusia

@
Hanya ada empat keadaan yg dialami seorang hamba: nikmat, cobaan, taat, maksiat.

1. Jika berada dalam nikmat, bersyukurlah
2. Jika berada dalam cobaan, bersabarlah
3. Jika berada dalam taat, saksikanlah anugerah-Nya kepadamu
4. Jika berada dalam maksiat, segeralah bertaubat

[Abu al-Abbas al-Mursi. Guru Ibn Athaillah]

Maqam Para Salik

@
Maqam para salik menuju Allah:


  1. Tingkat pertama adalah Islam: tunduk, taat, dan melaksanakan berbagai ketentuan syariat
  2. Tingkatan kedua adalah iman: mengenal hakikat syariat dan memahami berbagai konsekuensi ubudiyah
  3. Tingkatan ketiga adalah ihsan, yakni menyaksikan Allah swt di dalam kalbu

Dengan kata lain:

  1. Tingkatan pertama adalah ibadah
  2. Tingkat kedua adalah 'ubudiyah (pengabdian)
  3. Tingkat ketiga adalah ubudah (penghambaan)

Dengan kata lain:

  1. Tingkatan pertama adalah syariat
  2. Tingkat kedua adalah hakikat
  3. Tingkat ketiga adalah tahaqquq (kesadaran bersama-Nya)


[Abu al-Abbas al-Mursi. Guru Ibn Athaillah]

Thursday, August 21, 2008

Pergi dari Alam ke Alam

@
Janganlah engkau pergi dari alam ke alam. Sehingga engkau menjadi spt keledai penggilingan; tempat yg ia tuju adalah tempat ia beranjak. Akan tetapi, pergilah dari alam-alam menuju Sang Pencipta alam.
"Dan kpd Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)" (53:42).
Perhatikan pula sabda Rasulullah saw, "Barangsiapa berhijrah kpd Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kpd Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan barangsiapa berhijrah krn dunia yg ingin diraihnya, atau wanita yg ingin dinikahinya, maka hijrahnya kpd apa yg dia inginkan" (HR Bukhari). Pahamilah sabda Rasulullah ini dan renungkanlah jika engkau mempunyai pemahaman.
[Ibn 'Atha'illah]

Dan di antara tipuan hidup adalah ketika seseorangg sebenarnya beramal untuk dirinya, sementara ia mengira amalnya itu karena Allah. Kalau saja niat dan motivasi amalnya termaterikan dan dilihat lewat kaca pembesar, tentu akan nyatalah bahwa dorongan amalnya tersambung ke hadirat Allah oleh benang yg amat rapuh, dan terhubung dengan hasrat-hasrat nafsu oleh tali yg sangat kuat.
[Sadar untuk Bersandar. Muhammad al-Ghazali]

Wednesday, August 20, 2008

Apa yang Dicari?

@
Melupakan sejenak urusan dunia. Biarlah dunia yg sudah dijamin-Nya ini berjalan sebagaimana mestinya. Dan biarlah sang hamba fokus memikirkan apa yangg dapat diperbuat dengan segala keterbatasannya bagi bekal akhiratnya. Insya Allah ya Rabb.

28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.


  • Yang dicari adalah bekal menuju negeri akhirat
  • Dicarinya dari apa yang telah dianugerahkan kepadamu
  • Tetapi jangan sampai dilupakan bagian keduniawianmu
  • Juga berbuat baiklah kepada sesama spt Allah telah berbuat bagi kepadamu
  • Serta jangan membuat kerusakan di muka bumi

Jadi...

  • harta - jelas bukan yang dicari - kecuali yang bisa dijadikan bekal akhirat
  • kedudukan - jelas bukan yang dicari - kecuali yang bisa dijadikan bekal akhirat
  • kesenangan yang lain - jelas bukan yang dicari - kecuali yang bisa dijadikan bekal akhirat

Perhatikan juga, ayat ini ditutup dengan, "Jangan membuat kerusakan di muka bumi".
Jelas di sini, pengeboman dengan mengorbankan orang yang tidak bersalah (dan tidak ikut berperang) adalah jauh dari apa yang seharusnya dicari oleh seorang yang beriman.

Tampaknya Allah sengaja meletakkan akhir ayat ini sebagai jawaban atas fenomena tersebut. Ini pun masih ditekankan lagi dengan "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Wallahu a'lam.

Friday, August 15, 2008

Perumpamaan Kehidupan Dunia

@
57:20-24. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

29:64. Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

18:46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

17:18-22. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.

Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).

2:212. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

11:15-16. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan


  • Dalam menjalani kehidupan dunia harus diingat, semua bencana – yang menimpa bumi ataupun yang menimpa dirimu – semua sudah tertulis sebelum terjadinya. Semua sudah ditentukan Allah akan terjadinya kapan, bagaimana dan ditimpakan kepada siapa.
  • Hal itu tidak lain, agar kamu tidak berduka cita terhadap musibah yang menimpa dirimu dan tidak pula terlalu gembira atas apa yang dikaruniakan-Nya kepada dirimu. Agar kamu terhindar dari sifat sombong dan senang membanggakan diri.
  • Sifat sombong dan suka membanggakan diri ini sebenarnya adalah sifat kikir, karena mengaku-aku bahwa semua yang terjadi adalah semata karena perbuatannya atau sekedar hukum alam saja. Tidak malah dikembalikan semuanya kepada Allah yang telah merencanakannya.
  • Sesungguhnya bagi orang yang demikian ini, ingat-ingatlah benar-benar, bahwa Allah sama sekali tidak terpengaruh oleh persangkaan mereka. Maha Terpuji. Dia tidak akan miskin pula hanya karena persangkaan dan ulah mereka. Dia Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

20:131-132. Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.


  • Jangan tergiur melihat glamour dunia pada berbagai jenis manusia. Sesungguhnya itu semua adalah bunga kehidupan yang akan menjadi cobaan bagi mereka masing-masing.
  • "Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal". Sungguh, apa yang diberikan-Nya kepadamu sebagai "karunia" jauh lebih baik, lebih kekal manfaatnya daripada apa yang diberikan kepada mereka yang hanya sebagai bunga kehidupan
  • Ayat di atas ditutup dengan, "Perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan sholat dan bersabar dalam mengerjakannya". Jangan kamu terlalu mengkhawatirkan / ngoyo mengenai dunia dan rizki ini. Justru, khawatirkanlah dirimu dan keluargamu yang tidak termasuk orang bertakwa, tidak mau mendirikan sholat. Sebab jaminan rezki hanya diberikan-Nya kepada hamba-Nya yang bertakwa.

Wallahu a'lam.

Menilai Ketaatan

@
Yang menjadi patokan dalam menilai ketaatan adalah sejauh mana ia bisa menjadikan seseorang sanggup mewujudkan sifat-sifat ubudiah di hadapan Tuhan dan di tengah-tengah sesamanya. Ubudiah yang benar menghilangkan kekakuan, kekerasan hati, dan kekeringan jiwa. Ibadah harus melahirkan sikap tawadhu', lemah lembut, dan perangai yg mulia.
[Sadar utk Bersandar. Muhammad al-Ghazali]